Dia, Dunia Mayaku.
Maaf ya, bila aku masih saja seperti ini. Selalu menjaga tapi hakikatnya dusta. Maaf bila masih saja sering menganggumu dengan berbagai pesan tausiyah dan aku bahagia seketika kau balas dengan senyum indah.
Aku menjaga jarak denganmu di dunia nyata tapi aku mencintaimu di dunia maya.
Aku menjaga jarak dengamu dalam dunia nyata, bahkan bagai dua insan yang asing tanpa kesan. Munafiknya diriku, yang selalu ingin menjaga tapi masih saja ingin tahu tentangmu lewat dunia maya. Sekarang aku putuskan untuk menyudahi semua ini, kepalsuan yang membuatku semakin terlenakan oleh rayuan setan.
Hijrahku bukan sekedar mainan, tapi bentuk kecintaanku pada Tuhan. Maafkan aku, semoga ketetapan-Nya lebih indah, dan harapku dengan akhir ini bisa sedikit menghapus dosa-dosa yang banyaknya tak bisa kuhitung lagi dengan angka seperti halnya buih di lautan.
Pahamilah hakikat menjaga, jika didunia nyata saja sudah melaksanakan, marilah menjaga juga dalam dunia maya, Karena sesungguhnya Allah melihat segala apa yang kita lakukan, Semoga doa-doa baik selalu ada untuk kita bersama dalam meniti jalan Ilahi yang sungguh indah ini.
Kadang Aku Mulai Berfikir, Ketika Menjaga Jarak Denganmu, Apakah Hijrahku Hanya Sekedar Permainan?
Ternyata selama ini aku salah, kukira hijrah yang kujalani sudah Lillah. Ternyata, hijrahku hanya sekedar permainan dan penuh kepalsuan. Membuat hati terkekang dan tak tenang, Sekedar seolah-olah saja yang kulakukan masih mengharap pujian orang atas perubahan yang kujalani hingga hati ini terlenakan oleh kesesatan yang di buat setan,
Wahai Allah, sungguh ampuni hamba, saat ini aku sadar, bahwa hijrah ini merupakan sebuah hadiah atas segala proses hidayah yang Kau berikan. Maaf, bila dalam prosesnya aku masih lalai dan bangga akan kepalasuan dunia yang fana.
Hati ini mulai tertata, ingin menikmati segala proses yang ada, Memperbaiki segala niatan atas proses penjemputan keberkahan.
Selagi nafas masih ada, kuharap perbaikan ini bernilai pahala, Akan kucoba selalu mengurangi perbuatan yang Dusta, Berpasrah pada setiap ketetapan indah-Nya. Karena kuyakin Allah akan memberikan yang terbaik atas perubahan ini, Semoga dengan ini aku bisa memulai kembali bersama orang-orang baik yang Allah hadirkan dalam proses menuju Sorga-Nya.
Aku menjaga jarak denganmu di dunia nyata tapi aku mencintaimu di dunia maya.
Aku menjaga jarak dengamu dalam dunia nyata, bahkan bagai dua insan yang asing tanpa kesan. Munafiknya diriku, yang selalu ingin menjaga tapi masih saja ingin tahu tentangmu lewat dunia maya. Sekarang aku putuskan untuk menyudahi semua ini, kepalsuan yang membuatku semakin terlenakan oleh rayuan setan.
Hijrahku bukan sekedar mainan, tapi bentuk kecintaanku pada Tuhan. Maafkan aku, semoga ketetapan-Nya lebih indah, dan harapku dengan akhir ini bisa sedikit menghapus dosa-dosa yang banyaknya tak bisa kuhitung lagi dengan angka seperti halnya buih di lautan.
Pahamilah hakikat menjaga, jika didunia nyata saja sudah melaksanakan, marilah menjaga juga dalam dunia maya, Karena sesungguhnya Allah melihat segala apa yang kita lakukan, Semoga doa-doa baik selalu ada untuk kita bersama dalam meniti jalan Ilahi yang sungguh indah ini.
Kadang Aku Mulai Berfikir, Ketika Menjaga Jarak Denganmu, Apakah Hijrahku Hanya Sekedar Permainan?
Ternyata selama ini aku salah, kukira hijrah yang kujalani sudah Lillah. Ternyata, hijrahku hanya sekedar permainan dan penuh kepalsuan. Membuat hati terkekang dan tak tenang, Sekedar seolah-olah saja yang kulakukan masih mengharap pujian orang atas perubahan yang kujalani hingga hati ini terlenakan oleh kesesatan yang di buat setan,
Wahai Allah, sungguh ampuni hamba, saat ini aku sadar, bahwa hijrah ini merupakan sebuah hadiah atas segala proses hidayah yang Kau berikan. Maaf, bila dalam prosesnya aku masih lalai dan bangga akan kepalasuan dunia yang fana.
Hati ini mulai tertata, ingin menikmati segala proses yang ada, Memperbaiki segala niatan atas proses penjemputan keberkahan.
Selagi nafas masih ada, kuharap perbaikan ini bernilai pahala, Akan kucoba selalu mengurangi perbuatan yang Dusta, Berpasrah pada setiap ketetapan indah-Nya. Karena kuyakin Allah akan memberikan yang terbaik atas perubahan ini, Semoga dengan ini aku bisa memulai kembali bersama orang-orang baik yang Allah hadirkan dalam proses menuju Sorga-Nya.

Belum ada Komentar untuk "Dia, Dunia Mayaku."
Posting Komentar